Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan. Amsal 14:9
Kesalahan terbesar yang dibuat umat Kristiani adalah menyepelekan kuasa dosa. Kita tidak suka mengakui dosa kita karena dengan demikian kita harus menebusnya atau mengubah perilaku kita. Jadi kita berargumentasi bahwa padahal kita tidak berdosa sama sekali. Hal pertama yang kita perbuat adalah mencari nama baru untuk dosa.
Dosa kedengarannya terlalu kuno. Terlalu kasar. Marilah kita menyebutnya "kesalahan", atau "kebiasaan", atau "keliru menilai". Itu kedengarannya lebih baik. Lalu, kita berusaha menjelasksan mengapa kita melakukannya: "Semua orang juga melakukannya kan". "Toh tak ada yang dirugikan". "Itu bukan salahku; habis aku kecanduan". Akhirnya, kita meremehkan akibat-akibatnya: "Kok orang-orang zaman sekarang terlalu serius ya". "Seharusnya mereka tidak usah begitu peka deh"
Ujung-ujungnya, persoalannya adalah bahwa kita tidak suka disuruh-suruh. Kita menginginkan kebebasan untuk membuat pilihan-pilihan kita sendiri. Namun kita tidak memahami suatu hal: bukan kita yang mengendalikan dosa; dosalah yang mengendalikan kita. Dosa adalah sikap atau perilaku yang menentang kehendak Allah. Firman Allah telah menetapkan suatu standar yang jelas, bagaimana ganjaran-ganjaran dari ketidak taatan. Mengapa? Karena dosa itu serius. Dosa itu menghancurkan. Dosa itu mematikan (Roma 6:23). Bukan itu yang diinginkan Allah bagi kita. Ia ingin kita mendapatkan kehidupan. Ia ingin kita bebas dari rasa bersalah, malu dan ganjaran-ganjaran dosa. Selama kita menganggap remeh dosa itu, kita tidak akan pernah merasakan kehidupan seperti yang dikehendaki Allah. Itulah kuasa dosa diatas kita.
Janganlah takut melihat dosa apa adanya. Janganlah biarkan pandangan yang keliru tentang dosa merampas kehidupan yang dihinakan Allah bagi Anda. Mintalah agar Allah memberitahu Anda bagaimana Anda dapat menghindarkan dan menjauhi dosa kita.
Tuesday, August 4, 2009
Kuasa Dosa
Monday, August 3, 2009
What We Do In Our Life?
Once upon a time two brothers, who lived on adjoining farms, fell into conflict. It was the first serious rift in 40 years of farming side by side, sharing machinery, and trading labor and goods as needed without a conflict.
Then the long collaboration fell apart. It began with a small misunderstanding and it grew into a major difference, and finally it exploded into an exchange of bitter words followed by weeks of silence.
One morning there was a knock on John's door. He opened it to find a man with a carpenter's tool box.
"I'm looking for a few days' work" he said. "Perhaps you would have a few small jobs here and there I could help with? Could I help you?" "Yes," said the older brother. "I do have a job for you."
"Look across the creek at that farm. That's my neighbor; in fact, it's my younger brother. Last week there was a meadow between us and he took his bulldozer to the river levee and now there is a creek between us. Well, he may have done this to spite me, but I'll do him one better."
"See that pile of lumber by the barn? I want you to build me a fence --an 8-foot fence -- so I won't need to see his place or his face anymore."
The carpenter said, "I think I understand the situation. Show me the nails and the post-hole digger and I'll be able to do a job that pleases you."
The older brother had to go to town, so he helped the carpenter get the materials ready and then he was off for the day.
The carpenter worked hard all that day measuring, sawing, nailing.
About sunset when the farmer returned, the carpenter had just finished his job.
The farmer's eyes opened wide, his jaw dropped. There was no fence there at all. It was a bridge -- a bridge stretching from one side of the creek to the other! A fine piece of work, handrails and all -- and the neighbor, his younger brother, was coming toward them, his hand outstretched. "You are quite a fellow to build this bridge after all I've said and done."
The two brothers stood at each end of the bridge, and then they met in the middle, taking each other's hand.
They turned to see the carpenter hoist his toolbox onto his shoulder. "No, wait! Stay a few days. I've a lot of other projects for you," said the older brother.
"I'd love to stay on," the carpenter said, but I have many more bridges to build.
from:Funlok.com
ASAP
There's work to do, deadlines to meet.
You've got no time to spare.
But as you hurry and scurry...
(Always Say A Prayer)
ASAP
In the midst of family chaos,
"quality time" is rare.
Do your best; let God do the rest...
(Always Say A Prayer)
ASAP
It may seem like your worries
are more than you can bear.
Slow down and take a breather...
(Always Say A Prayer)
ASAP
God knows how stressful life can be
and wants to ease our cares.
He'll respond to all your needs...
(Always Say A Prayer)
ASAP
Today I'm saying a little prayer
that God will send a smile to you
and send you special blessings
through everything you have to do.
Pertanyaan Untuk Cinta
Adakah tapak tanganmu berkeringat, hatimu berdebar kencang dan suaramu
tersekat di dadamu? Itu bukan Cinta, itu SUKA.
Adakah kamu tidak dapat melepaskan pandangan mata darinya? Itu bukan
Cinta, itu NAFSU.
Adakah kamu menginginkannya karena kamu tahu ia ada di sana? Itu bukan
Cinta, itu KESEPIAN.
Adakah kamu mencintainya karena itulah yang diinginkan semua orang?
Itu bukan Cinta, itu KESETIAAN.
Adakah kamu tetap mengatakan kamu menyintainya karena kamu tidak ingin
melukai hatinya? Itu bukan Cinta, itu BELAS KASIHAN.
Adakah kamu menjadi miliknya karena pandangan matanya membuat hatimu
melompat? Itu bukan Cinta, itu TERGILA-GILA.
Adakah kamu memaafkan kesalahannya karena kamu mengambil berat
tentangnya? Itu bukan Cinta, itu PERSAHABATAN.
Adakah kamu mengatakan padanya bahwa setiap hari hanya dia yang kamu
pikirkan? Itu bukan Cinta, itu DUSTA.
Adakah kamu rela memberikan semua perkara yang kamu senangi untuk
kepentingan dirinya? Itu bukan Cinta, itu KEMURAHAN HATI.
Tetapi Adakah kamu tetap bertahan karena campuran antara kesakitan dan
kegembiraan yang membutakan dan tak terpahami … menarikmu mendekati
dan tetap bersamanya? ITULAH CINTA.
Apakah kamu menerima kesalahannya karna itu bahagian dirinya dan siapa
dirinya? Jika demikian, ITULAH CINTA.
Adakah kamu tertarik dengan orang lain tapi setia dengannya tanpa
penyesalan? Jika demikian, ITULAH CINTA.
Adakah kamu menangis karena kesakitannya walaupun saat itu dia kuat?
ITULAH CINTA.
Adakah hatimu sakit dan hancur ketika dia bersedih? ITULAH CINTA.
Adakah hatimu gembira ketika dia berbahagia? ITULAH CINTA.
Adakah matanya melihat hatimu dan menyentuh jiwamu begitu mendalam
sehingga menusuk? Yang demikian itulah namanya CINTA.
Thursday, July 16, 2009
Pertolongan Untuk Berdoa
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Roma 8:26
Terkadang hidup ini menjadi begitu rumit dan persoalan-persoalan menjadi begitu memusingkan sehingga kita bahkan tidak yakin lagi bagaimana kita harus mendoakannya. Kita menginginkan yang terbaik bagi diri sendiri dan teman-teman kita, namun kita tidak selalu pasti, seperti apakah yang terbaik itu menurut Allah.
Apakah akan benar-benar terbaik, jika teman kita menerima pekerjaan itu, atau menjadi anggota tim itu, atau pergi berlibur? Kita tidak pasti. Bagaimana jika kita meminta kepada Allah untuk memberikan sesuatu kepada teman kita yang bertentangan dengan kehendak Allah? Allah memiliki jawabannya.
Allah telah memberikan Roh Kudus kepada setiap umat Kristiani, dan Roh Allah selalu mengetahui kehendak Allah. Ketika kita berdoa, Roh akan membimbing kita untuk meminta apa yang ingin diberikan Allah. Terkadang kita tadak tahu apa yang harus kita doakan. Kita bahkan tidak dapat mengucapkan doa kita. namun Roh Kudus akan mengetahui keluhan-keluhan kita itu dan menterjemahkannya menjadi doa yang efektif.
Ketika Anda tidak tahu apa yang harus Anda doakan bagi seseorang, tetaplah berdoa. Anda mungkin perlu diam dan membiarkan Allah berbicara kepada Anda terlebih dahulu. Mungkin saja Anda perlu membiarkan Allah memasukkan pikiran-pikiran dan doa ke dalam benak Anda agar Anda dapat berdoa. Mungkin Anda hanya dapat mengeluh dengan nelangsa atas penderitaan seorang teman. Apapun yang Anda rasa perlu Anda lakukan, mulailah berdoa dan memohon Roh Kudus untuk membimbing Anda. Ingatlah bahwa Allah tidak membutuhkan kata-kata Anda untuk mengetahui hati Anda.
Wednesday, July 15, 2009
TIDAK PERNAH DIBIARKAN
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti. Mamur 37:25
Daud telah lama hidup bersama Allah. Ketika masih kecil sebagai penggembala domba, Daud telah memainkan puji-pujian kepada Allah dengan kecapinya. Ketika hendak perberang, ia mempercayakannya kepada Allah. Ketika musuh-musuhnya berusaha menghancurkannya, Daud mengandalkan Allah untuk menyelamatkannya. Daud berpaling kepada Allah untuk mendapatkan bimbingan ketika ia menjadi raja, orang yang paling berkuasa dinegara itu. Sekarang Daud sudah tua. Ia telah mempercayai Allah seumur hidupnya yang panjang. Ketika ia mengenang pengalaman-pengalam annya, Daud menyimpulkan bahwa ia belum pernah melihat Allah membiarkan orang benar.
Jika hati Anda benar di hadapan Allah, ini adalah janji bagi Anda.Sepanjang sejarah, Allah tidak pernah membiarkan siapapun yang berusaha mentaati-Nya, jadi tidak mungkin Ia berubah sekarang! Namun, jika Anda memilih jalan sendiri, janganlah merasa pasti bahwa Allah wajib memenuhi kebutuhan-kebutuhan Anda. Banyak umat Kristiani merasa yakin bahwa Allah akan memelihara mereka hanya karena mereka umat Kristiani, padahal mereka tetap hidup tidak taat kepada-Nya. Satu-satunya orang yang dapat mengandalkan berkat-berkat Allah adalah mereka yang memilih untuk hidup benar. Daud sama sekali tidak sempurna, namun seumur hidupnya, ia berusaha untuk memelihara hubungannya dengan Allah. Terkadang ini berarti menangis sengsara memohon ampun. Daud selalu memprioritaskan hubungannya dengan Allah dalam hidupnya.
Apakah Anda kuatir tentang apakah Allah akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan Anda? Jika Anda hidup menurut kehendak Allah, Anda tidak ada alasan untuk prihatin. Allah akan selalu setia kepada Anda seperti kepada Daud, dan kepada semua orang benar.
Wednesday, June 24, 2009
Tukang Cukur
Ada seorang pelanggan datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Ketika si tukang cukur mulai memotong rambut pelanggannya, mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang, “Saya nggak percaya Tuhan itu ada” cetusnya ketus.
“Kenapa kamu ngomong begitu?” timpal si pelanggan heran.
“Begini, coba kamu perhatikan di Iuar sana, di jalanan sana,
Adakah orang yang sakit?
Adakah anak terlantar? Adakah pengemis yang membawa anak? Banyak kan? Nah, jika Tuhan ada, nggak akan ada yang namanya orang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak habis pikir membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang membiarkan ini semua terjadi.” tukas si tukang cukur panjang lebar.
Si pelanggan diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak mau memulai berdebat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si pelanggan pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (jabrig awut-awutan istilah sunda-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur.
Orang itu terlihat dekil, kumal, kotor dan tidak terawat.
Kemudian si pelanggan balik ke tempat tukang cukur dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya tukang cukur itu nggak ada!” tegasnya.
Si tukang cukur tidak terima, “Kamu kok bisa bilang begitu? Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan aja saya mencukurmu!?”
“Tidak!” elak si pelanggan.“Tukang cukur itu nggak ada. Sebab jika ada,nggak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana.” si pelanggan menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!” sanggah si tukang cukur.
“Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya.” jawab si tukang cukur membela diri.
“Tepat!” timpal si konsumen menyetujui.
“Itulah point utamanya, sama dengan Tuhan. Tuhan itu juga ada! Tapi apa yang terjadi, orang-orang tidak mau datang kepada-Nya dan malas untuk mencari-Nya.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di negeri ini.” jelas si pelanggan tegas.
Kuasa, Bukan Perkataan
Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.
1 Korintus 4:20
Umat Kristiani sering berbicara dan menyanyikan tentang Allah maha kuasa yang kita layani. Namun menghadapi tantangan-tantangan terhadap iman kita, buru-buru kita akan mengayuh mundur: "Tentu, Allah dapat melakukan apapun yang dikehendaki- Nya, namun tidak didalam hidupku. Aku bukan raksasa rohani. Aku kan manusia biasa".
Kita perlu membaca ulang Alkitab itu! Alkitab itu penuh dengan pria dan wanita biasa yang Allah berdayakan untuk melaksanakan hal-hal besar! Yosua adalah seorang mantan budak yang mengalahkan setiap pasukan yang dihadapinya. Ester memperlihatkan keberanian luar biasa, merisikokan nyawanya demi bangsanya. Elia menantang raja dan pasukan imam durjananya dengan memanggil api dari sorga. Rasul Paulus dilempari batu hingga hampir mati; lalu ia bangkit, memberanikan dirinya, dan kembali masuk kota.
Apakah mereka ini orang-orang kasar yang luar biasa, yang dikarunia keberanian serta daya tahan yang gaib? Sama sekali bukan. Mereka adalah pria dan wanita biasa yang kekuatannya berasal dari Allah. Allah tidak terintimidasi oleh siapapun atau apapun. Kuasa-Nya adalah lebih dari cukup untuk menangani setiap masalah yang Anda hadapi.
Jadi, jika Allah yang sama ini, yang mengalahkan pasukan-pasukan yang menakutkan dan menghancurkan seluruh kota itu sekarang tinggal di dalam Anda, tak ada alasan mengapa hidup Anda tidak mencerminkan kuasa-Nya yang menakjubkan. Anda tidak perlu terintimidasi oleh orang-orang yang menentang agama Kristiani Anda. Jangan biarkan siapapun atau apapun menakut-nakuti Anda untuk tidak mentaati Allah. Ketika Allah memanggil Anda untuk mengikut Dia, Ia berdayakan Anda untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Hiduplah dekat dengan Allah yang mahakuasa, dan biarlah kuasa-Nya bersinar lewat hidup Anda. Jangan percaya kepada kekuatan sendiri, melainkan percayalah kepada kuasa yang tidak terhingga, dari Dia yang tinggal di dalam Anda. Janganlah hanya berbicara tentang kuasa Allah; alamilah sendiri!
MENGASAH KAPAK
Disuatu waktu, adalah seorang pemotong kayu yang sangat kuat. Dia melamar sebuah pekerjaan ke seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat bagus. Karenanya sang pemotong kayu memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.
Sang majikan memberinya sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang pemotong kayu berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, "Selamat, kerjakanlah seperti itu!"
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan harinya sang pemotong kayu bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon.
Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit.
"Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku", pikir pemotong kayu itu. Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi.
"Kapan saat terakhir anda mengasah kapak?" sang majikan bertanya.
"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon."
Catatan:
Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. "Pada istilah sekarang, setiap orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi lebih tidak berbahagia dari sebelumnya.
Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam?
Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya.
Kita semua membutuhkan waktu untuk relaks, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh. Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas.
Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja lebih efektif dan menambahkan banyak nilai kedalamnya.
Monday, June 22, 2009
Belajar Menghargai Hal Kecil
Kisah ini dimulai dari seorang wanita yang sangat mengharapkan hadiah
ulang tahun dari suaminya.. lalu dia katakan pada suaminya.. "Pa.. Nanti mama ulang tahun papa belikan mama cincin berlian yang di toko perhiasan itu ya..." Tiap hari dia pergi ke toko perhiasan dan melihat cicin berlian yang sangat indah itu.. Dengan penuh harapan, pada hari ulang tahunnya dia akan mendapatkan cicin itu.
Waktu demi waktu, hari demi hari,... Hari yang dinantikan itu tiba..
Pagi-pagi hari di meja makan dia sudah menunggu dengan satu harapan..
Yaitu cincin berlian yang dia lihat di toko itu...
Suaminya keluar dengan tersenyum lebar, dan memberikan kecupan dan
ucapan selamat ulang tahun pada istrinya... "selamat ulang tahun
mama.." sambil mengeluarkan sebuah bingkisan..
Dengan tersenyum lebar dan antusias.. Sang istri membuka bingkisan tersebut. Setelah dibuka.. Ternyata adalah sebuah kitab suci... Dengan muka yang berubah sang istri berteriak pada suaminya.. "kamu hanya memberikan ini pada ku...?" "aku sudah berharap mendapatkan cincin berlian itu.." dengan marah hadiah tersebut dibanting... lalu karna marahnya sang istri meninggalkan suaminya hari itu juga.
Waktu demi waktu, hari demi hari berjalan dengan cepat.. Wanita yang meninggalkan suaminya ini telah menjadi seorang yang sukses.. Teringat dia akan suami yang dia tinggalkan.. Dan terlintas dalam pikirannya untuk mengunjungi suaminya itu.
Sebelum niatnya terlaksana.. Datanglah berita melalui mesin fax nya.
Ternyata berita duka yang dia dapatkan... suaminya sudah meninggal.
Dan tertulis di wasiat suaminya.. Bahwa semua harta dan warisan
diwariskan pada sang istri...
Dengan hati yang sedih sang istri menerima dan membuat rencana ke kota
dimana suaminya berada dan mengurus semua surat-surat wasiat yang ditinggalkannya. Sesampainya di kota tersebut, sang istri menuju rumah
suaminya. Lalu ditemukan bingkisan hadiah ulang tahun yang dulu dia
buang. Diambilnya bingkisan tersebut dan dibuka bingkisan itu..
Masih tersimpan dengan baik dan bersih kitab suci yang masih baru itu..
Diambilnya kitab suci tersebut.. Dan dari dalam kotak itu, dibawah
kitab suci itu ada sebuah cicin yang terukir namanya,... Cincin yang
selama itu dia harapkan dan dia minta dari sang suami...
Dengan menitikkan air mata dibacanya tulisan disehelai kertas yang
juga terselip bersama cincin tersebut. Isi tulisan itu, "Aku selalu
akan mencintaimu.."
Sebuah pelajaran untuk menghargai hal-hal yang kecil.. Kita yang
jahat saja tahu untuk memberikan sesuatu yang baik untuk anak kita..
Apalagi Sang Pencipta yang menciptakan kita... Apakah DIA tidak
memberikan yang terbaik untuk kita???
Bersabarlah untuk menanti dan tidak melihat segala sesuatu itu jelek..
Pasti ada hikmahnya dibalik semua yang terjadi.